Sejarah Desa
Sejarah Desa Wates Tani
Desa Watestani terletak di Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Desa ini berada di kawasan timur kabupaten yang berbatasan dengan wilayah Probolinggo, dan dikenal sebagai daerah agraris dengan potensi pertanian yang cukup besar, khususnya pada komoditas padi dan hortikultura.
Secara historis, kawasan ini mulai berkembang sebagai permukiman sejak masa kolonial Hindia Belanda. Dibangunnya Stasiun Nguling pada tahun 1918 menjadi titik penting dalam pertumbuhan ekonomi kawasan ini, termasuk Watestani, karena memudahkan distribusi hasil pertanian masyarakat.
Nama “Nguling” sendiri dipercaya berasal dari kisah rakyat tentang seekor ikan raksasa bernama “Oling yang pernah meresahkan warga karena memangsa hewan ternak. Setelah berhasil dibunuh, masyarakat menamai wilayah ini “Nguling” sebagai bentuk peringatan atas peristiwa tersebut. Watestani sebagai bagian dari wilayah ini turut mewarisi kisah tersebut sebagai bagian dari identitas lokal.
Dalam beberapa tahun terakhir, Desa Watestani menunjukkan perkembangan signifikan dalam bidang infrastruktur dan pemberdayaan masyarakat. Pembangunan jalan usaha tani, pemasangan penerangan jalan umum, dan pembangunan wisata air menjadi bagian dari program strategis pemerintah desa dalam meningkatkan kesejahteraan warganya.
Kehidupan sosial budaya di Watestani juga berjalan harmonis. Tradisi keagamaan dan kegiatan gotong royong masih dijaga, termasuk kegiatan unik seperti “manten sapi” yang biasa dilakukan menjelang Idul Adha sebagai simbol penghormatan terhadap hewan kurban.
Saat ini, Desa Watestani terus tumbuh sebagai desa yang mandiri, partisipatif, dan terbuka terhadap pembangunan. Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki serta dukungan dari masyarakat, Watestani diarahkan menjadi desa yang berkelanjutan dan adaptif terhadap perubahan zaman.